BMKG Imbau Masyarakat Waspada Cuaca Ekstrem saat Mudik Lebaran 2026 di Jatim
Jatim Today, Surabaya - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi cuaca ekstrem di wilayah Jawa Timur.
Peringatan ini disampaikan seiring dengan meningkatnya aktivitas mudik Lebaran Idul Fitri 2026 yang diperkirakan akan terjadi pada Maret ini. Kepala BMKG Juanda, Taufiq Hermawan, mengungkapkan bahwa cuaca ekstrem ini dapat berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi hingga 20 Maret 2026.
Taufiq menambahkan, “Waspadai potensi cuaca ekstrem di beberapa wilayah di Jawa Timur yang dapat mengakibatkan terjadinya bencana hidrometeorologi, seperti hujan sedang-lebat, banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, serta hujan es hingga 20 Maret 2026.”
Potensi cuaca ekstrem ini terjadi akibat sejumlah faktor, salah satunya adalah transisi musim yang sedang terjadi di Jawa Timur. Daerah tersebut kini memasuki masa peralihan dari musim hujan menuju musim kemarau, yang memicu ketidakstabilan atmosfer. Selain itu, fenomena atmosfer global juga berperan dalam memperkuat potensi cuaca buruk tersebut.
“Potensi cuaca ekstrem ini merupakan dampak adanya gangguan atmosfer Madden Jullian Oscillation (MJO) secara spasial dan Gelombang Kelvin yang akan melintasi wilayah Jawa Timur,” kata Taufiq.
Peningkatan suhu muka laut di perairan selatan Jawa Timur, ditambah kondisi atmosfer lokal yang labil, menjadi faktor yang mendukung terbentuknya awan konvektif masif. Hal ini berpotensi menyebabkan hujan deras disertai petir, yang dapat memperburuk situasi cuaca ekstrem.
Selain itu, analisis BMKG menunjukkan pola belokan angin pada ketinggian 3.000 kaki di atas permukaan tanah pada 10 Maret 2026. Kondisi ini memperlihatkan adanya pertemuan angin (konvergensi) yang juga turut memperburuk status atmosfer yang labil.
Seiring dengan meningkatnya mobilitas masyarakat selama mudik lebaran, BMKG mengimbau agar masyarakat lebih waspada, terutama mereka yang berada di daerah berbukit atau bertebing.
“Wilayah dengan topografi curam/bergunung/tebing diharapkan lebih waspada terhadap dampak yang dapat ditimbulkan akibat cuaca ekstrem seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang serta berkurangnya jarak pandang,” ujar Taufiq.
Masyarakat diimbau untuk selalu memantau informasi cuaca terbaru melalui kanal resmi BMKG. Hal ini penting untuk mengantisipasi perubahan cuaca yang bisa terjadi secara mendadak, terutama bagi mereka yang beraktivitas di luar ruangan selama mudik.
Sejumlah wilayah yang berpotensi dilanda cuaca ekstrem ini antara lain Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Blitar, Kota Blitar, Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Gresik, Kabupaten Kediri, Kota Kediri, Kota Malang, serta Kabupaten Lumajang.
Kemudian, Kabupaten Madiun, Kabupaten Magetan, Kabupaten Malang, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Pacitan, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Sampang, Kabupaten Sidoarjo, serta Kabupaten Situbondo.
Selanjutnya, Kabupaten Sumenep, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Jember, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Jombang, Kota Batu, Kota Mojokerto, Kota Pasuruan, Kota Probolinggo, Kota Surabaya, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Pamekasan, dan Kabupaten Tuban.

